dulu kami tak tahu apa-apa, kami kosong...
kau datang menarik kami masuk ke dalam gubuk kecilmu...
gubuk kecil tak berharta, namun berdinding ilmu dan beratap pengetahuan.
awalnya kami terpaksa menginjakkan kaki kami ke dalam gubukmu
kami terpaksa memasukkan jiwa kami ke dalam kubangan ilmu mu,
namun kini kami sadar, keterpaksaan kami dulu yang akhirnya membawa keikhlasan hati kami sekarang
kami belajar disana
menjadi pemimpin atas diri kami disana
berharap menjadi pemimpin bagi umat di masa depan
kami belajar di dalam gubuk kecil tak berharta mu,
kami praktekkan dalam hidup kami
di kampus, di keluarga, di masyarakat. kami menjadi lebih baik karena mu
namun waktu semakin maju kedepan, kesadaraan akan hadirmu pun telah sirna di mata generasi baru
kau tak terlirik, gubuk ilmumu mulai tak berpenghuni,
bahkan mereka yang ada didalamnya pun mulai beranjak pergi,
menikmati tempat lain, istana megah dengan penuh emas,
istana yang tak perlu berpikir mau makan apa esok, mau buat apa esok,
kami yang kini bertahan hanya bisa menyesali apa yang terjadi
ingin mengulang waktu dimana masih banyak yang bersenang-senang di dalam gubukmu
selalu terpatri dalam benak kami "jangan tanyakan apa yang kau berikan untuk kami, namun apa yang bisa kami berikan untukmu wahai himpunanku"
karena segala yang kau berikan sangat berharga bagi kami,
namun yang kami berikan sebenarnya tak berarti bagimu tapi selalu kau hargai,
datang masuk dan bertamu ketika membutuhkanmu,
dan pergi setelah kau membantu mereka.
tak datang lagi sampai kembali membutuhkanmu
kami yang sekarang bertahan dan mulai menapaki masa depan atas jasamu,
berterimakasih padamu, tanpamu kami tak bisa begini,
wahai kalian sang hijau, manfaatkan dia, terus bersama dia walau masa pencarianmu telah berakhir
karena kalian akan menyesal ketika telah meninggalkan dia, walaupun dia tetap menerima kalian.
dia, "HIMPUNAN TERCINTA"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar